Cara Melatih Konsentrasi Anak

0
138
Cara Melatih Konsentrasi Anak

Cara Melatih Konsentrasi Anak, Kemampuan memperhatikan dan berkonsentrasi setiap anak itu berbeda-beda. Kegiatan apa saja yang dapat mengembangkan perhatian dan konsentrasi si kecil?

“Aku tidak bisa, terlalu sulit !” Aku tidak mau mengerjakannya, aku main saja!” itu adalah beberapa penolakan yang mungkin akan Anda dengar dari si kecil ketika Anda memintanya melakukan sesuatu.

Konsentrasi adalah kemampuan untuk memberi perhatian khusus terhadap kegiatan maupun orang tertentu dan mengabaikan hal menarik lain di sekelilingnya. Anda mungkin memperhatikan bagaimana si kecil memberi perhatian yang lebih pada satu kegiatan dibanding kegiatan lainnya, misalnya saat nonton TV. Saat Anda memintanya untuk melakukan sesuatu, si kecil sulit memfokuskan perhatian dan tidak menyukainya.

Kemampuan untuk memperhatikan dan berkonsentrasi dibagi menjadi dua sistem yang berbeda di otak. Jenis sistem pertama adalah reaktif, yang berdasar pada sistem pusat emosi di otak. Atensi reaktif adalah perhatian yang pasif dan tanpa sadar. Sistem ini sudah ada sejak bayi dilahirkan; kita tidak perlu mempelajarinya. Sistem kedua adalah terfokus, berdasar pada pusat eksekutif otak, korteks depan – bagian otak yang bertanggung jawab melakukan perencanaan, pengaturan dan antisipasi konsekuensi tindakan yang diambil. Kita tidak mendapatkannya secara otomatis, karena itulah sistem atensi jenis ini harus dikembangkan agar dapat bekerja secara efektif.

Saat si kecil menonton televisi, ia akan mengaplikasikan sistem reaktif. Jika kita bicara mengenai kegiatan yang memerlukan duduk tenang, maka sistem atensi terfokus sangat penting untuk tingkatan pemikiran dan pembelajaran lebih tinggi. Sistem ini memerlukan perhatian berorientasi pada tujuan dan dilakukan secara sadar.
Faktor yang mempengaruhi konsentrasi adalah rentan atensi atau attention span; yaitu jangka waktu seseorang untuk dapat berkonsentrasi pada pekerjaan tanpa merasa terganggu. Attention span berbeda-beda seiring bertambahnya usia dan umumnya anak-anak yang memiliki attention span lebih pendek ketimbang orang dewasa.

Cara Melatih Konsentrasi Anak

Berikut beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan perhatian dan konsentrasi si kecil:

Batita usia 1 – 3 tahun

Pada tahap ini, anak akan melakukan waktu lebih lama untuk melakukan satu kegiatan dan menguasai ketrampilan tertentu.

1.    Metode yang bagus untuk membangun attention span adalah prakarya. Anak akan lebih mudah fokus jika mereka mengerjakan sesuatu yang mereka nikmati. Mereka masih belajar untuk mengendalikan koordinasi mata-tangan dan menggerakkan otot motorik halus. Karena itulah, kegiatan prakarya bebas (seperti menggambar, bermain playdoh, atau bahkan finger painting) merupakan kegiatan yang bagus untuk mereka. Dengan cara ini si kecil tidak akan merasa tertekan dalam melakukan sesuatu yang nyata dan dapat pula membangun kepercayaan dirinya. Hargai usaha si kecil, apapun hasilnya.

2.    Berikan padanya bahan-bahan sensori – playdoh, mainan air, kerupuk yang belum digoreng, atau tisu basah dalam wadah. Duduk dan ajak si kecil bermain, namun jangan mendominasi permainan. Biarkan dia meluangkan waktu dalam mengeksplorasi bahan mainan dan bicaralah padanya sesekali; jelaskan tekstur bahan yang dipegangnya dan apa yang sedang kita lakukan (menepuk, meremas, dll). Kata-kata Anda dapat membantu si kecil fokus pada apa yang sedang dia lakukan. Cobalah benda lainnya hingga Anda dapat menemukan bahan yang paling disukai si kecil. Kita harus ingat bahwa “proses” yang sedang dia lakukan lebih penting daripada “hasil”nya.

3.    Saat ia dapat duduk diam selama beberapa menit ketika melakukan sesuatu atau kegiatan secara berulang-ulang, biarkanlah beberapa saat tanpa mencampurinya. Ini adalah kesempatan bagus baginya untuk mengembangkan ketrampilan berkonsentrasi.

4.    Kemampuan mengingat kejadian yang telah lewat pada seorang anak dapat membantu memperpanjang attention span-nya.
–    Saat bermain peran, perhatikan bagaimana si kecil mencoba meniru gaya Anda dengan telepon mainan, atau pura-pura sedang memberi makan bayi. Dia sedang menciptakan kembali hal-hal di sekeliling yang berhasil diamati. Si kecil dapat bermain peran dengan jangka waktu lebih lama dan disaat yang sama juga menyelesaikan masalah, membuat beberapa pilihan, dan memahami dunia di sekeliling mereka.
–    Biarkan si kecil mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari; berpakaian, makan dan membereskan mainannya. Kegiatan ini juga akan mengembangkan ketrampilan memori dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas.

Anak usia 3-6 tahun

Anak-anak usia tiga hingga enam tahun telah berhasil berkonsentrasi penuh pada tugas-tugas fisik seperti menggunakan jemari untuk mengancingkan pakaian mereka, menggunting kertas, mengisi wadah air, dan menyiram tanaman. Lamanya jangka waktu berkonsentrasi seringkali tergantung pada ketahanan mereka terhadap gangguan atau intensitas ketertarikan mereka pada saat itu.

1.    Dengan bertambahnya kemampuan anak, dia akan bisa mengerjakan proyeknya sendiri.
–    Ajak si kecil melakukan kegiatan yang lebih terstruktur dan bertujuan, misalnya membuat kartu ucapan, menulis maupun menyalin pesan sederhana, atau membuat prakarya.
–    Anda juga dapat memintanya menata meja makan, melipat pakaian, merapikan mainan kemudian mengaturnya di lemari. Pekerjaan ini akan membantunya agar dapat fokus menyelesaikan tugas.

2.    Dengan meningkatnya attention span-nya, si kecil mungkin akan memerlukan waktu lebih lama ketika dia sedang melakukan kegiatan yang disenanginya. Beri waktu untuk berpikir dan menjelajah melalui berbagai masalah dan mencoba solusi yang berbeda-beda.

3.    Dalam batasan tertentu, permainan di komputer juga dapat membantu melatih konsentrasi otak lebih lama. Yang perlu diperhatikan pilihan permainan edukatif yang membuat si kecil lebih terfokus untuk melatih sistem atensi dan bukan sistem reaktif.

4.    Biasakan agar si kecil terbiasa dengan kesunyian. Carilah sebuah tempat sepi yang akan membantunya mengembangkan dan meningkatkan konsentrasi serta memperbaiki attention span-nya. Beri mereka benda-benda sebagai objek konsentrasi, seperti pohon, bunga, pemandangan, ingatan, foto, maupun buku, dan dorong mereka menikmati kesunyian bersama dengan Anda (bahkan pada anak-anak yang lebih kecil). Anda dapat juga meminta si kecil untuk mendengarkan suara secara seksama untuk mengidentifikasi perbedaan bunyi yang didengarnya dan secara bersamaan meningkatkan konsentrasinya.

5.    Attention span memainkan peranan penting pada tahap pelajaran membaca. Keterampilan auditori dan visual anak-anak sangat penting dikembangkan sejak dini untuk dapat mengetahui prinsip membaca dan mengeja. Membaca buku bersama, memperkenalkan simbol kata-kata dan belajar memilah bebunyian di sekeliling merupakan latihan yang baik untuk dilakukan.

Baca juga: Sifat Anak dan Pengaruh Urutan Lahir

Ada masa ketika satu kegiatan dirasakan terlalu berat untuk si kecil. Berikan dia memilih untuk tidak berpartisipasi atau hanya ikut sebagian dari kegiatan tersebut. Tugas kita sebagai orang tua adalah mendukung anak mengembangkan konsentrasi dalam kegiatan pilihan mereka dengan menyediakan banyak waktu setiap hari. Di saat yang sama, kita juga harus mendorong secara halus agar mereka tetap melakukannya meskipun mereka merasa tidak nyaman. Ubahlah “Aku tidak bisa!” menjadi “Aku bisa!” caranya dengan menyediakan aktivitas menarik sesuai dengan perkembangan mereka sehingga membuat mereka berhasil menguasai ketrampilan tersebut.

Itulah sedikit tips Cara Melatih Konsentrasi Anak, semoga berguna dan bermanfaat.

BAGIKAN
Blog Health Happiness and Hope ini dibuat untuk sharing berbagai tips kesehatan, kehidupan yang penuh harapan.. kami memberikan tips-tips sederhana agar bisa berbagi dengan teman-teman, semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here