Mitos Ibu Menyusui dan Faktanya

0
143
Mitos Ibu Menyusui dan Faktanya

Mitos Ibu Menyusui dan Faktanya. Mitos pada ibu menyusui merupakan bentuk kepercayaan yang beredar luas dan telah menjadi fenomena sehari-hari di masyarakat luas, selain mitos pada ibu hamil. Sebagai ibu, kita harus cermat memilih mana saja jenis mitos pada ibu menyusui yang mana saja yang bila kita lakukan dan memang baik bagi kesehatan. Mitos yang sekiranya kurang bermanfaat atau bahkan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan ibu maupun bayi sebaiknya dihindari.

Mitos Ibu Menyusui dan Faktanya

Berikut ini adalah beberapa mitos pada ibu menyusui yang sering ditemukan di masyarakat kita:

Air susu ibu tidak dapat keluar hingga 3-4 hari

Mitos pada ibu menyusui ini sudah pasti tidak benar. Ibu dapat mulai mengeluarkan ASI ketika ada rangsangan menghisap dari si bayi. Oleh karena itu, inisiasi menyusu dini atau IMD yang dilakukuan segera setelah ibu melahirkan sangat penting untuk merangsang pengeluaran ASI ibu.

Tidak semua ibu bisa memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup

Tentu saja hal ini juga tidak memiliki dasar kebenaran. Seperti yang kita ketahui, semakin sering ibu menyusui bayi, maka semakin banyak pula produksi ASInya. Hal ini terkait mekanisme pembentukan ASI yang akan terjadi secara otomatis bila payudara ibu telah kosong.

Ibu harus mencuci puting sebelum menyusui

Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Mencuci puting dengan sabun setiap kali menyusui akan menghilangkan kelembaban alami puting. Hal ini akan membuat puting susu ibu lebih mudah terluka, yang mungkin saja berlanjut pada infeksi payudara atau mastitis. Tetapi, kebersihan puting payudara memang harus dijaga agar bayi terhindar dari kuman-kuman berbahaya. Untuk ibu menyusui, mensterilan payudara dapat dilakukan dengan mengoleskan sedikit ASI disekitar puting susu ibu. Seperti kita ketahui, ASI memiliki zat antibakteri alami yang dapat membunuh kuman-kuman berbahaya.

Baca juga :  Mengatasi Puting Susu Sakit Saat Menyusui

Ibu harus berhenti menyusui ketika bayi diare

Mitos ibu menyusui tidaklah sepenuhnya benar. Bayi yang mengalami diare seharusnya tidak diberikan apapun, kecuali ASI saja, kecuali pada bayi yang mengalami intoleransi laktosa. Diare pada bayi sering kali muncul pada bayi yang mengkonsumsi susu formula. Dengan memberikan ASI yang diketahui mengandung zat anti bakteri pada bayi yang diare, kuman-kuman di saluran pencernaan bayi yang menyebabkannya diare dapat dikurangi.

Baca juga : Cara Mengatasi Diare Pada Bayi

Ibu yang mengkonsumsi obat-obatan tidak boleh menyusui

Tidak semua obat-obatan menghalangi ibu untuk menyusui. Konsumsi beberapa jenis obat dalam waktu tertentu masih diperbolehkan pada ibu menyusui. Namun sebaiknya Penggunaan obat selama menyusui dilakukan dibawah pengawasan dokter untuk menjamin keamanannya.

Baca juga : Bolehkan Minum Kopi Saat Menyusui

BAGIKAN
Blog Health Happiness and Hope ini dibuat untuk sharing berbagai tips kesehatan, kehidupan yang penuh harapan.. kami memberikan tips-tips sederhana agar bisa berbagi dengan teman-teman, semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here