Penyakit Addison Gejala dan Penyebabnya

0
117
Penyakit Addison Gejala dan Penyebabnya

Mengutip dari Wikipedia.org, Penyakit addison juga dikenal sebagai kekurangan adrenalin kronik, hipokortisolisme atau hipokortisisme adalah penyakit endokrin langka dimana kelenjar adrenalin memproduksi hormon steroid yang tidak cukup. Penyakit ini timbul akibat kerusakan primer pada kelenjar adrenal/suprarenal. Penyakit ini juga dapat terjadi pada anak-anak. Nama penyakit ini dinamai dari Dr Thomas Addison, dokter Britania Raya yang pertama kali mendeskripsikan penyakit ini tahun 1855. Penyakit addison bisa terjadi pada pria dan wanita dan pada usia berapa pun.

Penyebab Penyakit Addison

Penyebab utama penyakit addison adalah kelenjar adrenal tidak bekerja secara efektif. Barisan kelenjar ini terletak tepat di belakang ginjal. Mereka memproduksi hormon untuk menjaga kerja organ-organ dan jaringan dalam tubuh. Ketika kelenjar adrenal terluka, hormon kortisol dan aldosteron tidak akan diproduksi. Penyebab dari luka adrenal dapat berupa:

  • Sistem imun yang kacau, dengan mengira kelenjar adrenal berbahaya bagi tubuh. Karena itu ia menyerang kelenjar tersebut.
  • Karena penyakit infeksi seperti AIDS, TBC atau infeksi jamur
  • Tumor atau pendarahan pada kelenjar adrenal

Gejala Penyakit Addison

Tanda dan gejala penyakit Addison bergantung pada tingkat kesehatan sesorang.

  1. Kelemahan dan kelelahan.
  2. Gangguan pencernaan (mual, muntah, sakit perut, diare dan kehilangan nafsu makan)
  3. Penurunan berat badan.
  4. Tekanan darah rendah sering pusing dan pingsan.
  5. Bintik-bintik gelap (coklat) pada kulit.
  6. Mengalami kerontokan rambut.
  7. Perubahan mood atau perilaku, termasuk agresi atau depresi.

Faktor Risiko Penyakit Addison

  1. Stres.
  2. Diabetes mellitus.
  3. Trauma perut. Untuk mencegah terjadinya nya, tidak melakukan penggunaan obat kortison atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Diagnosa dan Pengobatan Penyakit Addison

Diagnosis dilakukan berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Perbandingan foto yang diambil “sebelum dan sesudah” sangat berguna untuk menunjukkan perubahan bertahap dari kulit.

Diagnosis ditunjukan oleh tes darah, pengukuran darah dan urin dari hormon adrenal dan tes fungsi kelenjar adrenal . Obat Dokter mungkin meresepkan satu atau lebih jenis obat kortison. Patuhi dengan benar obat yang diberikan, jangan mengganti obat atau dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter anda.

Kemungkinan Komplikasi

“Krisis adrenal”: nyeri, kelemahan, tekanan darah rendah, pingsan yang disebabkan oleh cedera atau sakit.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here